Berdayakan Pesisir Pantai, Partisipasi Kelompok Tani Belum Maksimal


SOLO – Partisipasi anggota kelompok tani dalam kegiatan pemberdayaan kelompok tani tanaman pangan pesisir pantai belum maksimal, yaitu sekira 40-60 persen dari jumlah anggota yang ada.

“Selain itu data menunjukkan bahwa efektivitas kelembagaan pendukung dalam pemberdayaan kelompok tani tanaman pangan pesisir pantai juga belum maksimal, seperti dukungan dari KUD, LSM, Swasta dan Perguruan Tinggi,” jelas Achmad Faqih saat mempertahankan disertasinya di depan Dewan Penguji Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, di Kampus UNS, Solo, Jawa Tengah, Selasa (28/5/2013).

Achmad yang juga pengajar Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon mengatakan, peranan KUD belum diberdayakan karena petani selama ini untuk memenuhi kebutuhan saprodi langsung membeli pada kios tani dan memasarkan hasil pertaniannya langsung dijual pada pedagang tidak melalui KUD.

Achmad yang penelitiannya mengambil studi kasus pada kelompok tani tanaman pangan di pesisir pantai Kabupaten Cirebon, Jawa Barat mengatakan bahwa pemberdayaan kelompok tani tanaman pangan pesisir pantai di Kecamatan Gunung Jati dan Kecamatan Suramenggala Kabupaten Cirebon dilaksanakan oleh penyuluh pertanian lapangan (PPL) di bawah koordinasi BKP5K (Badan Ketahanan Pangan Pertanian Peternakan Perikanan dan Kehutanan) Kabupaten Cirebon.

“Peranan penyuluh pertanin lapangan dilakukan dalam pemberdayaan kelompok tani tanaman pangan pesisir pantai adalah guru, organisasi, fasilitator, konsultan, supervisor, pemantau dan evaluator,” jelasnya.

Peranan PPL dalam pemberdayaan kelompok tani tanaman pangan pesisir pantai, menurut Achmad, belum sesuai dari harapan kelompok tani. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman PPL terhadap karakteristik kelompok tani tanaman pangan pesisir pantai.

Di pihak lain karakteristik anggota kelompok tani itu sendiri seperti tingkat pengetahuan yang rendah, pemilikan asset modal yang minim, partisipasi yang rendah serta keinginan untuk berubah yang rendah menyebabkan kelompok tani belum berdaya.

“Dengan demikian untuk mengatasi keadaan ini diperlukan keinginan yang sungguh-sungguh dari anggota kelompok tani untuk mengubah dalam berusaha tani dengan bantuan pembinaan PPL, dukungan pemerintah, dukungan biaya, dukungan sarana prasarana dan efektifitas kelembagaan pendukung sebagai bentuk partisipasi aktif dalam proses pemberdayaan kelompok tani,” jelasnya.

Dalam ujian untuk meraih gelar doctor tersebut, Achmad Faqih mengetengahkan disertasi berjudul Peranan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Dalam Pemberdayaan Kelompok Tani (Studi Kasus Pada Kelompok Tani Tanaman Pangan di Pesisir Pantai Kabupaten Cirebon). (wan) (wdi)

Our Reader also read :

Cara Mendaftar Paypal

Cara Mengisi Balance Paypal

Cara Verifikasi Paypal Dengan VCC